Mulai Sekarang Terapkan Hal Ini Agar Anda Terbebas dari Kanker Payudara

Jenis kanker yang banyak diderita dan ditakuti oleh perempuan adalah kanker payudara. Kanker payudara merupakan salah satu jenis kanker yang cukup menakutkan untuk setiap wanita setelah kanker serviks. Menurut data WHO 8-9% dari seluruh wanita yang ada di dunia akan mengalami kanker payudara. Ini menjadikan kanker payudara sebagai jenis kanker yang paling banyak ditemui pada wanita setelah kanker serviks. Belum ada data statistik yang akurat di Indonesia, namun data-data yang terkumpul dari berbagai rumah sakit menunjukkan bahwa kanker payudara menduduki ranking kedua diantara kanker lainnya pada wanita.
Terapkan Hal Ini Agar Anda Terbebas dari Kanker Payudara

DEFINISI KANKER PAYUDARA

Kanker payudara (Carcinoma mammae) yang dalam bahasa inggrisnya disebut breast cancer merupakan kanker pada jaringan payudara. Kanker payudara paling sering menyerang wanita, walaupun pada laki-laki juga memiliki kemungkinan terkena akan tetapi prosentasenya sangat kecil dengan perbandingan 1 banding 1000. Kanker payudara terjadi ketika beberapa sel payudara mulai tumbuh secara tidak normal. Sel-sel ini telah kehilangan pengendalian dan mekanisme normalnya, sehingga mengalami pertumbuhan yang tidak normal, cepat dan tidak terkendali. Kanker bisa tumbuh dimana saja, mulai dari kelenjar susu, saluran susu, jaringan lemak maupun jaringan ikat pada payudara.

Terdapat beberapa jenis kanker payudara:


1. Karsinoma in situ
Karsinoma in situ artinya adalah kanker yang masih berada pada tempatnya (tidak berkembang melewati dinding lobulus), terkadang digolongkan sebagai tipe kanker payudara yang non-invasif.

2. Karsinoma duktal
Karsinoma duktal berasal dari sel-sel yang melapisi saluran yang menuju ke puting susu. Sekitar 90% kanker payudara merupakan karsinoma duktal. Kanker ini bisa terjadi sebelum maupun sesudah masa menopause. Kadangkala kanker ini dapat diraba, dan terdeteksi pada pemeriksaan mammogram yang tampak sebagai bintik-bintik kecil dari endapan kalsium (mikrokalsifikasi). Karsinoma duktal biasanya terjadi pada daerah tertentu saja di payudara dan bisa diangkat secara keseluruhan melalui pembedahan. Sekitar 25-35% penderita karsinoma duktal akan menderita kanker invasif (biasanya pada payudara yang sama).

3. Karsinoma lobuler
Karsinoma lobuler mulai tumbuh di dalam kelenjar susu, biasanya terjadi setelah menopause. Karsinoma lobuler tidak dapat dirasakan apabila diraba dan tidak terlihat pada mammogram, tetapi biasanya ditemukan secara tidak sengaja pada mammografi yang dilakukan untuk keperluan lain. Sekitar 25-30% wanita dengan gejala karsinoma lobuler pada akhirnya akan menderita kanker invasif.

4. Kanker invasif
Kanker invasif adalah kanker yang telah menyebar dan merusak jaringan lainnya, bisa terlokalisir (terbatas pada payudara) maupun metastatik (menyebar ke bagian tubuh lainnya). Biasanya sekitar 80% kanker payudara invasif pada awalnya disebabkan karena jenis kanker duktal dan 10% adalah kanker lobuler.

5. Karsinoma meduler dan Karsinoma tubuler
Kanker yang berasal dari kelenjar susu.

PENYEBAB KANKER PAYUDARA

Penyebab pasti seseorang bisa terkena kanker payudara sampai saat ini belum diketahui secara pasti, tetapi berdasarkan dari beberapa penelitian ada beberapa faktor resiko yang menyebabkan seorang wanita menjadi lebih mungkin menderita kanker payudara. Beberapa faktor resiko tersebut adalah:

1. Riwayat keluarga

Seorang wanita yang memiliki saudara perempuan, ibu atau anak perempuan yang menderita kanker payudara memiliki resiko dua kali lipat daripada yang tidak memiliki riwayat keluarga. Berdasarkan dari banyak studi kasus para ahli medis menyebut bahwa sebagian kanker payudara ditularkan secara keturunan.

2. Obesitas

Kegemukan atau obesitas akan meningkatkan resiko terkena kanker payudara pada wanita pasca menopause sebesar 30%, ini terjadi karena adanya kelebihan lemak tubuh yang dapat meningkatkan kadar hormon estrogen dan insulin – yang menjadi penyebab umum terjadinya kanker.

3. Umur

Semakin tua umur seorang wanita, maka akan semakin tinggi resikonya menderita kaker payudara. Wanita berusia 50-69 berada dalam kategori usia yang paling berisiko, terutama bagi mereka yang mengalami keterlambatan menopause. Beberapa peneliti menyebutkan bahwa adanya hubungan antara hormon estrogen dengan faktor-faktor penyebab kanker payudara pada wanita.

4. Persalinan

Wanita muda yang sudah memiliki anak memiliki resiko yang lebih rendah terkena kanker payudara dibandingkan dengan wanita yang masih single ataupun mereka yang telah lama menikah tapi belum memiliki keturunan. Hal ini berhubungan dengan pemberian ASI eksklusif kepada bayi. Sejumlah peneliti menyebut bahwa aktifitas menyusui bayi menggunakan ASI setidaknya selama 1 tahun penuh dapat mengurangi resiko terkena kanker payudara pada wanita.

5. Gaya Hidup

Berolahraga secara teratur dan menerapkan diet yang sehat dapat membantu mengurangi resiko dengan membuang lemak tubuh yang berbahaya. Tetapi melakukan olahraga secara berlebih dapat membuat tubuh menjadi sangat asam sehingga meningkatkan risiko tumor payudara. Kebiasaan merokok juga merupakan faktor yang memicu resiko terkena kanker payudara.

6. Penggunaan Obat Hormonal

Beberapa wanita yang telah menopause kadang melakukan terapi pergantian hormon untuk mengganti hormon estrogen yang produksinya berhenti. Wanita yang menggunakan terapi hormon pengganti memiliki resiko lebih tinggi untuk terkena kanker payudara, tapi resikonya bersifat sementara dan akan kembali normal jika terapi dihentikan dan tidak pernah dilakukan lagi selama lima tahun.

7. Alat kontrasepsi

Penggunaan alat Kontrasepsi berupa pil sedikit meningkatkan resiko terkena kanker payudara, tapi hal ini juga tergantung kepada usia, lamanya pemakaian dan faktor-faktor lainnya. Belum diketahui secara pasti berapa lama efek kontrasepsi pil akan tetap ada setelah pemakaian pil dihentikan

8. Alkohol

Mengkonsumsi alkohol lebih dari 1 gelas dalam sehari dapat meningkatkan resiko terkena kanker payudara sebanyak 12%. Semua wanita yang sering mengkonsumsi alkohol sebaiknya perlu menyadari bahaya alkohol dapat memicu munculnya perkembangan sel tidak normal di dalam tubuh terutama di area payudara.

PENCEGAHAN KANKER PAYUDARA


1. Berolahraga Secara Teratur.
Berolahraga secara teratur sangat baik untuk kesehatan tubuh kita, karena sejalan dengan bertambahnya aktivitas tubuh anda, maka resiko kanker payudara akan berkurang. Berolahraga akan menurunkan kadar estrogen yang diproduksi tubuh sehingga meminimalisir resiko kanker payudara.

2. Kurangi Lemak
Beberapa penelitian mengindikasikan bahwa diet rendah lemak membantu mencegah kanker payudara. Namun riset terakhir menyatakan bahwa yang lebih penting ialah mengurangi jenis lemaknya dan bukan jumlah lemak yang dikonsumsi. Jenis lemak yang bisa memicu munculnya kanker payudara adalah jenis lemak jenuh yang biasanya terkandung dalam daging, mentega, makanan yang berisi susu full-cream (whole-milk dairy foods) dan asam lemak dalam margarin, yang mana semua makanan tersebut dapat meningkatkan kadar estrogen dalam darah. Sedangkan jenis lemak yang menyehatkan dan membantu mencegah kanker payudara ialah lemak tak-jenuh dalam minyak zaitun dan asam lemak Omega-3 dalam ikan Salmon dan ikan air tawar lainnya.

3. Jangan Memasak Daging Terlalu Matang.
Cara kita memasak daging yang tidak sehat akan memperbesar resiko kanker payudara. Daging-daging yang dimasak/dipanggang menghasilkan senyawa karsinogenik (amino heterosiklik). Semakin lama dimasak, semakin banyak senyawa ini terbentuk. Amino heterosiklik paling banyak ada dalam daging bakar yang lapisan luarnya (kulitnya) gosong dan hitam, jadi sebaiknya anda tidak memasak Daging terlalu matang.

4. Konsumsi Buah dan Sayuran
Semakin banyak anda mengkonsumsi buah dan sayuran, semakin berkurang resiko untuk terkena berbagai jenis penyakit kanker, termasuk kanker payudara. Makanan dari tumbuh-tumbuhan berisi anti-oksidan yang tinggi, di antaranya vitamin A, C, E dan mineral selenium, yang bisa mencegah kehancuran sel yang dapat menjadi penyebab terjadinya kanker. National Cancer Institute (NCI) menganjurkan agar kita selalu mengkonsumsi buah dan sayuran setiap hari. Tapi kita juga perlu mengurangi atau  menghindari buah dan sayuran yang mengandung banyak lemak, seperti kentang goreng atau pai dengan krim pisang.

5. Konsumsi Makanan berserat / Suplemen Anti-Oksidan.
Konsumsi Makanan Berserat selain bermanfaat sebagai anti-oksidan juga bisa mengikat estrogen dalam saluran pencernaan, sampai-sampai kadarnya dalam darah akan berkurang. Fungsi suplemen tidak bisa benar-benar menggantikan buah dan sayuran, namun suplemen anti-oksidan setidaknya bisa menjadi tambahan makanan yang dapat menangkal kanker payudara.

6. Konsumsi Kedelai dan kacang-kacangan
Makanan yang berasal dari kedelai banyak mengandung estrogen tanaman (fito-estrogen). Seperti halnya ‘Tamoksifen’, senyawa ini serupa dengan estrogen tubuh, namun lebih lemah. Fito-estrogen terikat pada reseptor sel yang sama dengan estrogen tubuh, mengikatnya keluar dari sel payudara sehingga meminimalisir efek pemicu kanker payudara. Selain menghalangi estrogen tubuh untuk menjangkau sel reseptor, makanan berkedelai pun mempercepat pengeluaran estrogen dari tubuh. Di samping dalam kedelai, fito-estrogen pun ada dalam jenis kacang-kacangan lainnya.

7. Hindari Alkohol.
Seperti yang sudah kita ketahui bersama bahwa mengkonsumsi alkohol bisa merugikan kesehatan, semakin banyak anda mengkonsumsi alkohol, maka resiko terkena kanker payudara semakin meningkat karena alkohol menambah kadar estrogen dalam darah.

8. Kontrol Berat Badan Anda.
Kenaikan berat badan diatas usia 18 tahun akan meningkatkan resiko kanker payudara. Ini disebabkan karena seiring dengan meningkatnya lemak tubuh, maka kadar estrogen sebagai hormon pemicu kanker payudara dalam darahpun akan meningkat.

9. Hindari Xeno-Estrogen.
Xeno-estrogen maksudnya adalah estrogen yang berasal dari luar tubuh. Perempuan mengkonsumsi estrogen dari luar tubuh khususnya yang berasal dari residu hormon estrogenik yang ada dalam daging dan residu pestisida estrogenik. Berdasarkan penelitian xeno-estrogen dapat meningkatkan kadar estrogen dalam darah sehingga meningkatkan resiko terkena kanker payudara. Cara terbaik untuk menghindari xeno-estrogen ialah dengan meminimalisir konsumsi daging, unggas (ayam-itik) dan produk susu (whole-milk dairy product).

10. Berjemur di Bawah Sinar Matahari.
Meningkatnya angka kejadian kanker kulit (Melanoma maligna) menjadikan kita fobia akan sinar matahari. Tetapi dengan dosis dan waktu yang tepat sinar matahari bisa membantu mencegah kanker payudara, sebab ketika sinar matahari mengenai kulit, tubuh menciptakan vitamin D. Vitamin D akan menolong jaringan payudara menyerap kalsium sehingga meminimalisir resiko kanker payudara. Usahakan tubuh kita bisa memperoleh sinar matahari sekitar 20 menit/hari, disarankan untuk berjalan di bawah sinar matahari pada pagi hari atau sore hari.

Demikian sedikit penjabaran mengenai penyebab dan pencegahan agar anda sebagai kaum wanita bisa melakukan tindakan prefentif agar bisa terhindar dari penyakit ini. Mulailah dengan pola hidup yang sehat, rajin berolahraga dan hindari makanan yang bisa menjadi pencetus timbulnya penyakit kanker. Apabila artikel ini bermanfaat silahkan bagikan kepada keluarga dan kerabat anda.
SHARE THIS