Penyebab, Gejala-Gejala dan Pencegahan Kanker Serviks

Waspadai Penyebab Kematian Wanita Nomor 1 Ini...!!!!! Simak Penyebab, Gejala-Gejala dan Pencegahan Kanker Servik - Kanker serviks atau yang disebut juga sebagai kanker mulut rahim merupakan salah satu penyakit kanker yang paling banyak ditakuti kaum wanita karena merupakan penyebab utama kematian wanita di Negara-negara berkembang. Berdasarkan data yang ada, di Indonesia terdapat lebih dari 15.000 kasus kanker serviks setiap tahunnya. Dan dari data WHO tercatat, setiap tahun ribuan wanita meninggal karena penyakit kanker serviks ini dan merupakan jenis kanker yang menempati peringkat teratas sebagai penyebab kematian wanita dunia. 

Pengertian Kanker Serviks


Sebelum membahas lebih lanjut, sebenarnya apa sih kanker serviks itu.....??? nah berikut ini penjelasan singkatnya : kanker serviks merupakan pertumbuhan sel-sel serviks yang abnormal, artinya pertumbuhan sel-sel kanker tersebut tidak terkendali tidak seperti sel-sel normal lainnya, dimana pembelahan dan kematian sel itu sudah teratur atau dengan kata lain kanker serviks adalah sel-sel ganas pada serviks. Serviks dalam bahasa indonesia disebut leher rahim, merupakan bagian dari alat reproduksi wanita yang terletak antara vagin* dan rahim atau pintu masuk ke daerah rahim yaitu bagian yang sempit di bagian bawah antara kemaluan wanita dan rahim. Kanker serviks terjadi ketika sel-sel pada leher rahim membelah dan berkembang biak terlalu cepat sehingga menghasilkan benjolan (massa) jaringan yang dikenal sebagai tumor. Kanker serviks terjadi ketika sel-sel pada leher rahim yang tumbuh lebih cepat dari biasanya. Untuk lebih jelasnya bisa anda lihat pada gambar di bawah ini.
Pengertian kanker serviks

10 Penyebab kanker Serviks


1. human papilloma virus (HPV)

Penyebab terbesar kanker serviks adalah disebabkan oleh virus yang disebut human papilloma virus, atau HPV. seseorang bisa terpapar HPV melalui "kontak badan" dengan seseorang yang memilikinya. Ada banyak jenis virus HPV. Tidak semua jenis HPV menyebabkan kanker serviks. Beberapa dari HPV tersebut menyebabkan kutil kelamin, tetapi jenis lain mungkin tidak menimbulkan gejala apapun. Sedangkan penyebab banyak kematian pada kaum wanita adalah virus HPV tipe 16 dan 18. Virus ini sangat mudah berpindah dan menyebar, tidak hanya melalui cairan, tapi juga bisa berpindah melalui sentuhan kulit. Penggunaan wc umum oleh seseorang yang terkena virus HPV, dapat menular ke orang lain yang menggunakannya jika tidak membersihkannya dengan baik. Dengan demikian, bisa saja anda memiliki HPV selama bertahun-tahun dan tidak mengetahuinya. Namun, HPV tersebut tetap dalam tubuh Anda dan dapat menyebabkan kanker serviks beberapa tahun setelah Anda terinfeksi. Inilah sebabnya mengapa penting bagi Anda untuk melakukan Pap Smear secara teratur. Tes Pap smear dapat menemukan perubahan sel serviks sebelum berubah menjadi kanker. Jika Anda mengobatinya pada tahap ini, Anda dapat mencegah kanker serviks.

2. Kebiasaan Merokok

Kebiasaan merokok memang dikenal sangat nerugikan kesehatan, karena kandungan nikotin dalam rokok memiliki efek yang buruk bagi tubuh kita. Sebaiknya siapa saja tidak mengkonsumsi zat ini terutama wanita, karena nikotin adalah salah satu penyebab terserangnya kanker leher rahim, karena sel-sel mulut rahim yang teracuni oleh nikotin dalam darah juga memiliki kecendrungan mempengaruhi sel selaput lendir pada tubuh, termasuk selaput lendir mulut rahim. 

3. Berhubungan badan dibawah usia 17 tahun

Berhubungan badan diusia dini bisa meningkatkan resiko 2x lebih besar untuk terkena kanker serviks/kanker leher rahim karena pada usia 12-17 tahun organ reproduksi wanita sedang mengalami perkembangan. idealnya ketika sel sedang aktif membelah tidak terjadi kontak apapun dari luar. kontak atau stimulus dari luar seperti " alat kelamin pri*" dan "cairannya" dapat memicu perubahan sifat sel menjadi tidak normal atau kemungkinan besar bertambah banyak, sel abnormal inilah yang berpotensi tinggi menyebabkan kanker serviks atau kanker mulut rahim.

4. Kurangnya asupan vitamin C, E dan asam folat

Vitamin C berperan sebagai antioksidan, di mana antioksidan merupakan senyawa kimia yang dapat membantu mencegah terjadinya peradangan pada tubuh maupun menangkal radikal bebas. Vitamin E merupakan vitamin larut lemak yang juga memiliki efek sebagai antioksidan. Vitamin ini sudah lama diketahui baik untuk kesehatan tubuh, serta meningkatkan kesuburan. Sedangkan asam folat atau vitamin B9, bermanfaat dalam proses pembentukan sel-sel tubuh, pembawa kode genetik (DNA), mencegah kekurangan sel darah merah (anemia), dan sangat baik untuk pertumbuhan sistem saraf pusat. Kekurangan vitamin C, E dan asam folat dapat menyebabkan penurunan sistem imunitas seseorang, sehingga tubuhnya akan lebih rentan terhadap serangan virus maupun bakteri penyebab penyakit, salah satunya adalah serangan Virus HPV.

5. Pembersih kewanitaan 

Setiap wanita harus berhati-hati dalam memilih produk pembersih kewanitaan dan tidak terlalu sering menggunakan pembersih kewanitaan karena tidak semua bakteri yang ada di organ kewanitaan itu merugikan namun ada juga bakteri yang menguntungkan, jika wanita terlalu sering menggunakan pembersih kewanitaan maka bakteri yang menguntungkan yang ada dalam kewanitaan akan ikut mati, selain itu sabun kewanitaan dapat menyebabkan iritasi dan dapat memicu abnormalitas sel, kondisi inilah yang dapat memicu munculnya kanker mulut rahim.

6. Faktor usia

Faktor usia juga berpengaruh terhadap resiko terkena kanker serviks, hal ini berkaitan dengan sistem kekebalan tubuh seseorang dimana semakin tua akan semakin melemah, wanita diatas usia 40 tahun atau lebih akan semakin rentan dengan resiko terkena kanker serviks/kanker leher rahim.

7. Keputihan

Kanker serviks juga bisa disebabkan karena keputihan yang terus menerus tanpa pengobatan atau mendapat penanganan medis, sehingga dapat memicu terjangkitnya virus pada area kewanitaan. Oleh karena itu sebaiknya para kaum wanita segera memeriksakan diri ke pihak medis apabila sering menderita keputihan atau timbulnya bau tidak sedap pada cairan keputihan anda karena hal ini sangat rentan terhadap kanker serviks.

8. Pembalut kewanitaan

Pembalut kewanitaan juga dapat menjadi penyebab kanker serviks/kanker leher rahim. Bahaya kanker serviks timbul dari bahan-bahan kimia yang terkandung di dalam pembalut. Kandungan pemutih atau pewangi buatan yang terdapat pada pembalut dikhawatirkan akan berlanjut pada alergi dan memicu keputihan abnormal serta radang atau infeksi. Pembalut yang sering anda gunakan tidak 100% terbuat dari bahan baku kapas, biasanya menggunakan campuran serbuk kayu (pulp) yang didaur ulang sehingga dapat menghemat biaya produksi. Penggunaan bahan baku campuran tersebut dikhawatirkan akan memicu timbulnya bakteri dan kuman yang merugikan kesehatan area kewanitaan anda. Pencampuran zat kimia seperti DIOXIN untuk proses pemutihan yang memicu reaksi alergi untuk pengguna yang tidak cocok, maka sebaiknya berhati-hatilah dalam memilih pembalut.

9. Membersihkan organ kewanitaan dengan air yang tidak bersih 

Setiap wanita memang sangat diharuskan untuk selalu menjaga kebersihan, terutama pada area kewanitaan yang sangat rentan dengan bakteri, virus dan jamur. Biasakan untuk membersihkan badan dan area kewanitaan anda dengan air mengalir yang bersih.

10. Gonta Ganti pasangan

Seringnya gonta ganti pasangan sangat besar pengaruhnya  terhadap penyebab terjangkitnya virus (HPV) karena penularan penyakit serviks ini sebagian besar melalui "kontak badan". Oleh karena itu sebaiknya kita menjaga perilaku dengan setia pada pasangan yang sah dan hindari perilaku s*ks bebas.


Gejala-Gejala Kanker Serviks


Kanker serviks membutuhkan proses yang sangat panjang yaitu antara 10 sampai 20 tahun untuk menjadi sebuah penyakit kanker yang pada mulanya terjadi dari sebuah infeksi. Pada stadium kanker yang sangat dini seringkali kanker serviks ini tidak menunjukkan gejala dan tanda apapun. Namun demikian, ada beberapa tanda dan gejala kanker serviks yang tidak boleh diabaikan dan membutuhkan perhatian anda dengan segera. Diantaranya :

  • Perdarahan yang abnormal  : Normalnya, setiap wanita akan mengeluarkan darah dari saluran reproduksi kurang lebih sebulan sekali atau yang kita kenal dengan sebutan menstruasi atau haid. Jika terjadi perdarahan di luar jadwal atau siklus haid, maka setiap wanita harus waspada, karena bisa jadi itu merupakan gejala kanker serviks, dan pendarahan ini merupakan ciri-ciri kanker serviks yang paling umum. Selain itu suami-istri juga harus waspada ketika setelah berhubungan terjadi pendarahan atau terdapatnya darah yang menempel pada pen*s setelah berhubungan padahal istri tidak sedang menstruasi.  

  • Perdarahan pasca-menopause, sedangkan Anda tidak sedang menjalani terapi penggantian hormon (HRT) atau menghentikannya selama enam minggu 
  • Mengalami keputihan yang tidak biasa (sering dan dalam jumlah yang banyak). 
  • Ketidaknyamanan atau timbul rasa nyeri saat berhubungan suami istri 
  • Adanya rasa nyeri pada punggung bagian bawah 
Seiring dengan perkembangan kanker serviks ke stadium lanjut dapat menimbulkan gejala yang lebih parah, antara lain:
  • Sering merasa ingin buang air kecil
  • Adanya darah dalam urine atau urine berwarna keruh
  • Perdarahan rektum (perdarahan dari anus atau BAB berdarah)
  • Diare
  • Tidak dapat menahan kencing atau Buang air besar
  • Pembengkakan kelenjar getah bening anggota gerak bagian bawah.
Jika Anda mengalami salah satu atau beberapa gejala kanker serviks di atas, sebaiknya segeralah memeriksakan diri anda ke dokter agar diketahui dengan pasti penyakit yang diderita dan segera mendapat penanganan yang tepat.

Diagnosa Kanker Serviks

Sudah seharusnya setiap wanita untuk melakukan pengecekan sekurangnya 2 tahun sekali, mengingat penyakit ini pada tahap dini tidak dapat diketahui gejala-gejalanya, untuk melakukan pendeteksian atau diagnosa terhadap kanker serviks biasanya dokter melakukan prosedur pap smear  yaitu suatu metode pemeriksaan sel cairan dinding leher rahim dengan menggunakan mikroskop.

Selama pemeriksaan tes Pap smear, dokter akan mengambil goresan sampel kecil dari sel-sel di permukaan leher rahim untuk mengetahui adanya perubahan sel. Jika tes Pap smear menunjukkan perubahan sel yang abnormal, dokter mungkin melakukan tes lain untuk mencari sel-sel prakanker atau kanker pada leher rahim Anda. Dokter mungkin juga melakukan tes Pap Smear dan sekaligus mengambil sampel jaringan (biopsi) jika Anda memiliki gejala kanker serviks, seperti perdarahan setelah berhubungan intim.

Selain dengan metode pap smear dokter juga biasanya menggunakan metode IVA (Inspeksi Visual dengan Asam Asetat) yaitu dilakukan dengan cara mengoleskan asam cuka 3- 5%, bila terlihat warna putih berarti ada keganasan sel dan bisa berubah menjadi kanker. Prosedur diagnosa lanjutan meliputi Loop Electrical Excision Procedure (LEEP), Cone Biopseis dan Punch biopseis.

Upaya Pencegahan Terhadap Kanker Serviks  

Pencegahan terhadap penyakit kanker serviks/kanker leher rahim sangat penting mengingat kanker pada tahap stadium awal hampir tidak dapat diketahui/dirasakan gejala-gejalanya, oleh karena itu harus ada kewaspadaan dari anda selaku kaum wanita terhadap penyakit ini, yaitu dengan berbagai upaya pencegahan sebagai berikut :

Vaksin kanker serviks

Sebagai upaya pencegahan terhadap penyakit serviks ini yaitu dengan melakukan vaksinasi, vaksin dapat diberikan pada kelompok umur 11-26 tahun, vaksin diberikan pada bulan 1 dan bulan 6. Vaksinasi kanker serviks ini bukan sebagai pengobatan melainkan hanya sebagai pencegahan.

Deteksi dengan pap smear

termasuk pencegahan kanker serviks yang efektif adalah pendeteksian dengan metode pap smear karena metode ini terbukti dapat mendeteksi sejak dini terjadinya infeksi virus penyebab kanker serviks sehingga sedini mungkin penyakit ini dapat diketahui dan ditanggulangi. Adapun bagi anda yang ingin melakukan pencegahan sejak dini anda bisa melakukan deteksi pap smear satu taun sekali untuk wanita usia 35 tahun. sedangkan wanita yang pernah menderita infeksi HPV dan pengguna pil kontrasepsi lakukanlah sesering mungkin. dan untuk anda yang ingin melakukan pendeteksian pap smear perhatikan beberapa hal berikut ini agar hasil pendeteksian lebih akurat :
  • Melakukan pap smear pada dua minggu setelah hari pertama haid
  • Sebelum pemeriksaan sebaiknya tidak menggunakan obat pembersih area kewanitaan atau bahan-bahan herbal kewanitaan lainnya.
  • Penderita paska persalinan dianjurkan datang pada 6-8 minggu untuk melakukan pap smear
  • Selama 24 jam sebelum pap smear tidak dianjurkan melakukan hubungan badan.

Menghindari diet tidak sehat

Diet oleh sebagian wanita dianggap penting untuk menjaga bentuk tubuh yang ideal, namun jika anda menerapkan pola diet yang tidak sehat, misalnya dengan menghindari sayur dan buah buahan merupakan diet yang salah, maka pola diet yang tidak sehat ini justru memicu perkembangan virus penyebab kanker serviks, karena kandungan vitamin dan mineral yang terdapat pada sayur dan buah-buahan akan membantu melindungi anda dari serangan kanker serviks.

Pola Makan Sehat

Selain menghindari diet yang tidak sehat, anda juga harus menerapkan pola makan yang sehat, Perbanyaklah konsumsi makanan dan sayuran yang kandungan beta karotennya cukup banyak, konsumsi vitamin C dan E. Hindari terlalu sering mengkonsumsi makanan cepat saji atau junk food. Makanan cepat saji yang menggunakan kemasan berbahan plastik yang terkena panas juga dapat memicu timbulnya penyakit kanker serviks/kanker laher rahim.

Menghindari 10 penyebab kanker serviks

Berupaya untuk menghindari 10 penyebab kanker serviks/kanker leher rahim sebagaimana telah dijelaskan diatas.

Demikianlah sedikit penjelasan mengenai kanker serviks/kanker leher rahim, penyebab, gejala-gejala dan upaya pencegahan yang bisa saya sampaikan untuk anda para kaum wanita. Selanjutnya adalah bagaimana anda selaku kaum wanita bisa mengetahui dan melakukan pencegahan sejak dini untuk terhindar dari penyakit mematikan ini, dengan berupaya untuk menghindari segala penyebabnya, baik melalui gaya hidup, pola makan, cara bergaul dan lain sebagainya seperti yang sudah dituliskan pada artikel ini. Dan sudah seharusnya kaum wanita memiliki program tahunan untuk melakukan Check-Up/pap smear agar  penyakit kanker serviks ini dapat ditanggulangi karena Virus HPV ini begitu mudah penyebaran dan penularannya tanpa anda sadari.

Apabila artikel ini memberikan manfaat kepada anda, maka berbagilah kepada orang-orang terdekat anda, keluarga, kerabat dan kepada seluruh kaum hawa yang membutuhkan informasi ini agar terhindar dari penyakit yang dikenal sangat mematikan bagi kaum hawa ini.