Skip to main content

Berbahayakah Mimisan Pada Anak Serta penyebab dan Pengobatannya

Mimisan, mungkin pernah dialami oleh kita semua, terutama pada saat masih kecil atau anak-anak. Mimisan merupakan sebuah gejala yang tergolong wajar, tapi biasanya akan menimbulkan kecemasan terutama bagi mereka yang memiliki trauma atau takut melihat darah, apalagi jika darah yang keluar agak lumayan banyak.
mimisan pada anak, penyebab dan Pengobatannya

Pengertian Mimisan

Sebelum membahas lebih jauh mengenai mimisan pada anak, sebenarnya apa yang disebut dengan mimisan dan apa penyebabnya. simak artikel berikut ini.

Mimisan memiliki istilah medis yang dikenal dengan Epistaksis atau pendarahan hidung, yaitu sebuah kondisi dimana terjadi pendarahan pada hidung. Saat terjadi mimisan, darah bisa keluar dari salah satu atau kedua lubang hidung, mimisan yang terjadi pada tiap anak bisa berbeda-beda, ada yang mengalaminya hanya selama beberapa detik, dan ada yang lebih dari 5 menit, bahkan ada yang melebihi 20 menit dan ini tentu merupakan hal yang mengkhawatirkan.

Pada umumnya, mimisan yang terjadi pada anak-anak tidaklah berbahaya, lebih dari 90% mimisan pada anak disebabkan oleh pendarahan dari pembuluh darah bagian depan hidung yang biasanya akan dengan mudah berhenti sendiri. Seringnya mimisan yang terjadi pada anak dikarenakan dinding pembuluh darah pada hidung anak-anak masih rapuh sehingga mudah terjadi pendarahan.

Terdapat beberapa faktor yang membuat seseorang memiliki resiko lebih tinggi untuk mengalami mimisan, yaitu anak-anak dengan usia 2-10 tahun, ibu hamil, orang yang sudah lanjut usia, orang yang sering mengonsumsi obat pengencer darah seperti aspirin dan obat antikoagulan, serta penderita kelainan darah, seperti hemofilia.

Gejala-gejala Mimisan yang perlu Diwaspadai

Mimisan yang terjadi pada anak umumnya tidak berbahaya. Akan tetapi, kita sebagai orang tua tetap harus waspada dan berhati-hati, karena mimisan yang terjadi mungkin saja mengindikasikan adanya penyakit tertentu yang diderita oleh anak tersebut. Beberapa indikasi dan mimisan yang sebaiknya diwaspadai meliputi:

  • Mimisan yang berlangsung lebih dari 30 menit.
  • Mimisan yang terjadi pada anak-anak berusia dibawah 2 tahun.
  • Ketika darah yang keluar saat mimisan sangat banyak.
  • Mimisan yang terjadi setelah operasi di daerah hidung atau sinus.
  • Detak jantung yang tidak beraturan.
  • Ketika mimisan disertai dengan kesulitan bernapas.
  • Disertai dengan muntah darah karena menelan banyak darah.
  • Demam atau mengalami ruam.
  • Mimisan yang terjadi setelah Anda mengalami cedera.
  • Kulit menjadi pucat.
Jika terdapat tanda-tanda seperti tersebut diatas, sebaiknya segera menghubungi dokter atau ke rumah sakit terdekat.

Jenis dan Penyebab Mimisan

Kulit bagian dalam hidung kita lebih tipis dan rapuh, disamping itu juga penuh dengan pembuluh darah halus yang sangat sensitif sehingga mudah rusak dan terjadi pendarahan. Pada umumnya terdapat 2 jenis mimisan berdasarkan lokasi pendarahan yang terjadi, yaitu anterior atau mimisan bagian depan dan posterior atau mimisan bagian belakang.

Mimisan di bagian depan - Sebagian besar kasus mimisan yang terjadi terutama pada anak-anak merupakan jenis anterior yang pada umumnya mudah ditangani. Pada jenis mimisan ini, pendarahan terjadi di bagian depan hidung. Pada umumnya volume darah yang keluar tidak begitu banyak dan mudah dihentikan.

Mimisan di bagian belakang - Yang perlu kita waspadai adalah mimisan jenis posterior, yaitu mimisan yang terjadi karena pendarahan dari pembuluh darah yang terletak di bagian belakang hidung (di antara langit-langit mulut dan rongga hidung). Mimisan yang pada umumnya jarang terjadi ini cenderung lebih serius dengan volume pendarahan yang lebih banyak. Kelompok orang yang sering mengalami mimisan jenis posterior adalah orang dewasa dan lanjut usia.

Mimisan dapat disebabkan oleh berbagai hal. Faktor pemicunya bisa berupa kondisi lingkungan yang ekstrim, penggunaan obat-obatan, faktor keturunan, hingga disebabkan karena penyakit tertentu. Beberapa penyebab umum mimisan di antaranya adalah:
  • Proses membuang ingus yang terlalu kencang sehingga menyebabkan taruma pada pembuluh darah.
  • Tidak sengaja melukai dinding hidung saat mengorek hidung.
  • Udara yang kering dan dingin. Lapisan dalam hidung yang kering menjadikannya lebih rentan terluka dan terinfeksi.
  • Bentuk hidung yang bengkok, misalnya karena keturunan atau cedera.
  • Penderita Sinusitis akut atau kronis.
  • Penggunaan obat-obatan tertentu secara berlebihan, seperti aspirin, antikoagulan, atau obat pelega pernapasan.
  • Iritasi akibat paparan senyawa kimia, misalnya amonia.
  • Cedera hidung.
  • Penggunaan obat-obatan terlarang, seperti menghirup kokain.
  • Kelainan pada kemampuan pembekuan darah, misalnya hemofilia.
  • Konsumsi alkohol.
Selain dari penyebab diatas, beberapa penyebab dari mimisan di bagian belakang yang cenderung serius adalah sebagai berikut:
  • Kekurangan kalsium
  • Sebagai akibat dari operasi atau pembedahan hidung
  • Hipertensi (tekanan darah tinggi) atau arterosklerosis (pengerasan arteri)
  • Trauma di kepala
  • Dapat merupakan gejala-gejala dari kondisi yang lebih serius seperti leukemia dan penyakit darah lainnya atau tumor di rongga hidung

Metode Penanganan Mimisan

Pada umumnya, mimisan adalah kondisi yang wajar dan bisa anda tangani sendiri di rumah. Apabila diantara keluarga anda mengalami mimisan, berikut ini adalah beberapa tindakan atau pertolongan pertama yang bisa dilakukan :
  • Usahakan agar tetap duduk tegak dan jangan berbaring, hal ini untuk mengurangi tekanan pada pembuluh darah hidung, sehingga dapat membantu menghentikan pendarahan.
  • Sebaiknya bernafas melalui mulut.
  • Condongkan tubuh ke depan agar darah keluar lewat hidung dan tidak masuk ke dalam tenggorokan atau sinus.
  • Keluarkan dan buang darah yang mengalir ke mulut. Menelan darah dapat memicu keinginan untuk muntah.
  • Memberikan sedikit tekanan pada hidung selama sekitar 10 menit dengan ibu jari dan telunjuk, untuk memicu terjadinya pembekuan darah dan menghentikan pendarahan.
  • Gunakan kompres dingin pada pangkal hidung untuk memperlambat pendarahan.
  • Setelah mimisan berhenti, usahakan agar penderita mimisan tidak membuang ingus, membungkuk, atau melakukan aktivitas berat selama setidaknya 24 jam. Langkah ini juga dapat mencegah terjadinya iritasi pada hidung.
Pada umumnya mimisan yang terjadi adalah jenis mimisan bagian depan yang tidak membutuhkan penanganan serius atau tindakan medis secepatnya. Namun, apabila terjadi hal-hal seperti berikut ini, sebaiknya segeralah mencari pertolongan lebih lanjut :
  • ketika mimisan mengeluarkan darah yang sangat banyak
  • ketika mimisan disertai dengan kesulitan bernapas
  • ketika penderita mimisan merasa lemah atau pingsan selama atau sebelum mimisan
  • ketika mimisan berlangsung lebih dari 20 menit bahkan setelah dikompres
  • ketika mimisan terjadi karena cedera, seperti trauma atau kecelakaan
  • ketika pasien berusia di bawah dua tahun, meskipun hal ini sangat jarang terjadi.
Anda dapat membawa penderita mimisan ke dokter atau pergi ke unit gawat darurat terdekat untuk mendapatkan penanganan medis dengan segera. Untuk tindakan medis selanjutnya, biasanya akan diperiksa tingkat keparahan dan penyebab yang paling memungkinkan.

Biasanya akan dilakukan pemeriksaan hidung secara fisik maupun pada pertanda vital yang ada, termasuk detak jantung dan tekanan darah. Jika penyebab dari mimisan tidak nampak, biasanya akan disarankan untuk melakukan tes darah.

Dokter dapat merujuk kepada ahli MTHT atau Mata, Telinga, Hidung, dan Tenggorokan apabila Anda mengalami mimisan yang berulang. Jika hasil diagnosa dokter menyimpulkan adanya kondisi yang serius, seperti penyakit yang berhubungan dengan darah atau tumor, biasanya Anda akan dirujuk pada dokter spesialis yang sesuai untuk evaluasi lebih lanjut.

Apabila mimisan tidak kunjung berhenti, biasanya akan dilakukan Prosedur operasi jika dibutuhkan. Selain prosedur operasi, tersedia beberapa prosedur yang dapat menjadi alternatif :
  • Dengan cara membakar pembuluh darah yang robek menggunakan nitrat atau arus listrik.
  • Menyumbat hidung dengan kapas atau perban kasa agar pembuluh darah bisa ditekan sehingga mimisan berhenti. Pasien biasanya akan dirawat di rumah sakit agar kondisinya bisa dipantau.

Langkah Pencegahan Mimisan

Bekas luka pada pembuluh darah setelah terjadinya mimisan biasanya dapat membentuk koreng dan membuat hidung terasa tidak nyaman. Agar tidak memicu kembali terjadinya mimisan, hindari mengorek koreng/luka bekas mimisan.

Bagi penderita mimisan karena hidung sensitif, hindari dan menjauhlah sebisa mungkin dari pengidap flu, batuk, atau pilek. Menghindari rokok, minuman keras, serta minuman panas juga dapat membantu.

Di samping menghindari faktor-faktor pencetus kambuhnya mimisan, ada beberapa langkah preventif/pencegahan sederhana meliputi:

  • Berhati-hatilah saat mengorek hidung, dan sebaiknya jangan terlalu dalam.
  • Jangan membuang ingus terlalu kencang.
  • Bagi para perokok, berhentilah merokok, karena rokok dapat mengurangi kelembapan hidung dan meningkatkan risiko iritasi hidung.
  • Gunakan obat pelega hidung sesuai dengan dosis atau resep dokter.
  • Sebaiknya diskusikan terlebih dahulu dengan dokter jika Anda pernah mimisan dan harus menggunakan obat antikoagulan.

Apabila artikel ini bermanfaat, silahkan bagikan pada keluarga terdekat anda. Salam sehat dari hanahanif
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar