Cara Efektif Agar Tidak Tertular Virus Corona












Sejarah Virus Corona

SARS-Cov

Virus Corona sebenarnya sudah ada sejak lama, pertama kali diidentifikasi pada tahun 1960 sebagai penyebab flu biasa dan pada saat itu tidak dianggap fatal. Namun anggapan tersebut ternyata salah, pada tahun 2002 ditemukan wabah SARS-Cov (Severe acute respiratory syndrome-coronavirus) atau Sindrom Pernafasan Akut yang disebabkan virus corona, dan pertama kali terjadi di Guangdhong China.
Pencegahan Agar Tidak Tertular Virus Corona

Secara umum, gejala orang yang terkena SARS akan mengalami demam tinggi lebih dari 38 derajat Celcius, sakit kepala, gangguan pernapasan, dan sekujur tubuh terasa sakit, kemudian setelah 2-7 hari, pasien SARS akan mengalami batuk kering dan pneumonia.

Asal mula Virus SARS diduga berasal dari kotoran kelelawar yang kemudian terkena kontak dengan manusia. SARS paling mudah menular melalui cairan batuk atau bersin dari orang yang terinfeksi dan bisa mengkontaminasi permukaan atau benda, sehingga orang yang menyentuhnya kemudian tidak mencuci tangan dengan bersih kemungkinan besar akan tertular.

Wabah ini cepat menyebar hingga ke beberapa negara seperti Tiongkok, Taiwan, Hongkong, Singapura, dan berbagai negara di belahan dunia. WHO melaporkan jumlah pasien positif SARS di seluruh dunia mencapai 8.437 orang dengan korban jiwa sebanyak 813 dalam kurun waktu delapan bulan sejak kasus pertama SARS-COv dilaporkan.

MERS-Cov

Kemudian pada tahun 2012 terjadi wabah Sindrom pernapasan Timur Tengah (Middle East respiratory syndrome atau MERS) merupakan sindrom pernapasan akut yang sumber infeksinya adalah virus corona. Kasus MERS pertama kali dilaporkan di Arab Saudi, dan dengan cepat kemudian menyebar ke 27 negara di Eropa, Afrika, Asia, dan Amerika Utara.

Seperti kebanyakan virus corona, MERS merupakan virus zoonosis yang ditularkan dari hewan kepada manusia. Para ilmuwan meyakini bahwa penularan virus MERS berpindah dari kelelawar ke unta sebelum menular ke manusia.

Dari data WHO, tercatat ada 2.494 kasus MERS yang dilaporkan di seluruh dunia dengan angka kematian sebanyak 858.  Meskipun angka penderita dan korban meninggal lebih kecil, namun tingkat kematian akibat MERS sangat tinggi, yakni mencapai 34,45 persen.

Virus Corona (Covid-19)

Struktur virus corona baru (Covid-19) yang disebut serupa dengan SARS, jika SARS butuh waktu 6 bulan untuk dinyatakan sebagai epidemi, penyebaran Covid-19 justru lebih cepat yakni dalam hitungan 1-2 bulan.

Virus Corona (covid-19) pertama kali dilaporkan dari pasar hewan di Wuhan, Provinsi Hubei, China pada akhir 2019 lalu. Kelelawar dan trenggiling diduga sebagai sumber penyebaran virus corona. Dibandingkan dua pendahulunya, penyebaran Covid-19 justru jauh lebih cepat.

Ahli epidemologi dari Gillings School of Global Public Health, University of North Carolina, Timothy Sheahan mengatakan struktur virus corona mirip dengan SARS yakni dua virus berbagi sekitar 80 persen genom.

Berdasarkan analisis genetika, virus corona juga belum mengalami banyak perubahan signifikan sejak pertama kali terungkap di Wuhan, China. Saat virus Corona menular dari orang-ke-orang dan menyebar ke wilayah dengan kondisi geografis yang baru, virus corona bisa bermutasi untuk menghindari kematian.

Corona bukan virus yang stabil serta mampu berdaptasi menjadi lebih ganas, virus ini seperti berevolusi, mencari tempat ia bertahan dari yang terkuat. Jika Anda sudah terinfeksi corona dengan penularan dari manusia ke manusia, maka kondisi Anda justru akan semakin drop,” ujar Sheahan seperti mengutip CBN News.

Jika dibandingkan dengan pasien yang mengidap MERS, dimana rata-rata 35 persen dinyatakan meninggal dunia, maka angka kematian akibat Covid-19 justru jauh lebih sedikit, yakni mencapai 2,07 persen. Namun jumlah korban meninggal akibat virus corona Covid-19 sejauh ini menjadi yang tertinggi yakni 4.616 orang

Meskipun angka kematian virus Corona hanya 2,07 persen saja, tetapi penyebaran virus ini justru sangat cepat. Hanya dalam waktu 1 bulan, penyebaran virus corona mencapai 26 negara di luar China. Memasuki bulan kedua penyebaran virus corona telah menginfeksi sekitar 126.061 orang di lebih dari 100 negara di dunia. Pasien dengan usia di atas 80 tahun memiliki risiko kematian 21,9 persen lebih tinggi dibandingkan kelompok usia di bawahnya.

Para ilmuwan sejauh ini belum bisa mengukur tingkat fatalitas virus corona (covid-19) ini,  lantaran jumlah penderita di berbagai negara masih bertambah. WHO,  pada awal Maret lalu menyampaikan sekitar 3,4 persen dari kasus yang dilaporkan meninggal dunia, namun jumlahnya kemungkinan berubah lantaran wabah masih berkembang.

Gejala Virus Corona (Covid-19)

Gejala yang diakibatkan oleh virus corona bisa sangat beragam. Gejala yang muncul ini bergantung pada  seberapa serius infeksi yang terjadi. Berikut beberapa gejala virus corona yang terbilang ringan:

  • Hidung beringus.
  • Sakit kepala.
  • Batuk.
  • Sakit tenggorokan.
  • Demam.
  • Merasa tidak enak badan.

Namun, secara umum, ada beberapa gejala yang menandakan seseorang bisa positif terkena virus Corona, seperti gejala berikut ini :

  • Demam yang cukup tinggi (diatas 38 derajat celcius).
  • Batuk dengan lendir.
  • Nyeri dada atau sesak saat bernapas.

Biasanya gejala Covid-19 muncul dalam waktu 2-14 hari semenjak terpapar virus corona. Infeksi bisa semakin parah bila menyerang kelompok individu tertentu. Misalnya, orang dengan penyakit jantung atau paru-paru, orang dengan sistem kekebalan yang lemah, bayi, dan lanjut usia.

Segeralah menuju ke tempat pelayanan kesehatan atau ke rumah sakit terdekat bila Anda mengalami gejala infeksi virus Corona (COVID-19) seperti yang disebutkan di atas, terutama jika gejala muncul 2 minggu setelah anda melakukan perjalanan / kembali dari daerah yang memiliki kasus COVID-19 atau kemungkinan berinteraksi dengan penderita virus Corona.

Gejala Pasien Covid-19

Gejala paling umum yang diderita pasien virus corona yang melanda seluruh China adalah demam tinggi diatas 38 derajat Celcius. Penelitian yang dilakukan kepada 140 pasien di Rumah Sakit Zhongnan, Universitas Wuhan menghasilkan beberapa pola khas gejala virus corona. Di antaranya yakni 99 persen pasien menderita suhu tinggi, dan lebih dari setengahnya mengalami batuk kering dan kelelahan. Tak hanya itu, kurang lebih sepertiganya mengalami kesulitan bernapas dan nyeri otot.
Berikut ini Pola harian gejala virus corona
Hari 1: 
Pasien mengalami demam tinggi. Mereka juga mungkin mengalami kelelahan, nyeri otot, dan batuk kering. Sebagian kecil dari mereka mungkin mengalami diare atau mual selama satu atau dua hari sebelumnya.
Hari 5: 
Pasien biasanya mengalami kesulitan bernapas, terutama jika usia lanjut atau memiliki riwayat penyakit yang sudah ada sebelumnya.
Hari 7: 
Ini adalah berapa lama, rata-rata, sebelum pasien dirawat di rumah sakit, berdasarkan penelitian Universitas Wuhan.
Hari 8: 
Pada kondisi ini, pasien dengan kasus yang parah (sekitar 15 persen, menurut CDC Cina) mengalami sindrom gangguan pernapasan akut (ARDS), yaitu penyakit yang terjadi ketika cairan terkumpul di paru-paru. ARDS seringkali berakibat fatal.
Hari 10: 
Jika pasien memiliki gejala yang memburuk, ini adalah waktu dalam perkembangan penyakit ketika mereka kemungkinan besar dirawat di ICU. Pasien-pasien ini mungkin mengalami sakit perut dan kehilangan nafsu makan dibanding pasien dengan kasus yang lebih ringan. Hanya sebagian kecil yang meninggal dunia. Tingkat kematian akibat virus corona saat ini sekitar 2 persen.
Hari 17: 
Pada umumnya, setelah lebih dari 2 minggu, pasien yang pulih dari virus corona dipulangkan dari rumah sakit.

Bila ada kemungkinan Anda terpapar virus Corona, namun tidak mengalami gejala apa pun, janganlah panik, Anda tidak perlu pergi ke rumah sakit untuk memeriksakan diri, cukup tinggal di rumah selama 14 hari, perbanyak minum hangat, konsumsi makanan bergizi serta multivitamin, dan membatasi kontak dengan orang lain.

Seseorang dapat tertular COVID-19 melalui berbagai cara, yaitu:


  • Tidak sengaja menghirup percikan ludah dari bersin atau batuk penderita COVID-19
  • Memegang mulut atau hidung tanpa mencuci tangan terlebih dulu setelah menyentuh benda yang terkena cipratan air liur penderita COVID-19
  • Kontak jarak dekat dengan penderita COVID-19, misalnya bersentuhan atau berjabat tanga

Cara Efektif Agar Tidak Tertular Virus Corona

Hingga saat ini, belum ada vaksin yang benar-benar efektif mencegah infeksi virus Corona atau COVID-19. Oleh sebab itu, cara pencegahan yang terbaik adalah dengan menghindari faktor-faktor yang bisa menyebabkan Anda terinfeksi virus ini, Kemenkes juga menyampaikan cara mencegah penularan virus corona. Berikut beberapa langkah yang dapat kita lakukan untuk mencegah penularann virus corona :

  • Menjaga kesehatan dan kebugaran agar sistem imunitas atau kekebalan tubuh meningkat. 
  • Mencuci tangan menggunakan air dan sabun atau hand-rub berbasis alkohol. Mencuci tangan sampai bersih dengan menggosok sela-sela jari selama kurang lebih 20 detik selain dapat membunuh virus yang mungkin ada di tangan kita, tindakan ini juga merupakan salah satu tindakan yang mudah dan murah. Sekitar 98 persen penyebaran penyakit bersumber dari tangan. Oleh sebab itu, menjaga kebersihan tangan adalah hal yang sangat penting. 
  • Ketika kita batuk dan bersin, lakukan etika batuk yaitu menutup hidung dan mulut Anda dengan tisu atau dengan lengan bagian dalam (bukan dengan telapak tangan). 
  • Menjaga jarak saat berbicara dengan orang lain, sekurang-kurangnya satu meter, terutama dengan orang yang sedang menderita batuk, pilek/bersin dan demam. Saat seseorang terinfeksi penyakit saluran pernapasan, seperti 2019-nCoV, batuk/bersin dapat menghasilkan droplet yang mengandung virus. Jika kita terlalu dekat, virus tersebut dapat terhirup oleh kita. 
  • Hindari menyentuh mata, hidung dan mulut. Tangan menyentuh banyak hal yang dapat terkontaminasi virus. Jika kita menyentuh mata, hidung dan mulut dengan tangan yang terkontaminasi, maka virus dapat dengan mudah masuk ke tubuh kita. 
  • Gunakan masker penutup mulut dan hidung ketika Anda sakit atau saat berada di tempat umum. 
  • Buang tisu dan masker yang sudah digunakan ke tempat sampah, lalu cucilah tangan Anda. 
  • Hindari kontak dengan hewan ternak dan hewan liar yang terbukti tertular coronavirus. 
  • Jangan makan daging yang tidak dimasak hingga matang. 
  • Hindari mengkonsumsi hewan liar, seperti ular, kelelawar, musang dll.
  • Konsumsi gizi seimbang, perbanyak sayur dan buah 
  • Menunda perjalanan ke daerah atau negara dimana virus ini ditemukan seperti Cina, seiring dengan informasi adanya penghentian sementara operasional penerbangan langsung dari dan ke daratan Cina dari pemerintah, sampai ada informasi lebih lanjut.

Kita sebagai makhluk yang beriman meyakini bahwa semua yg terjadi atas kehendak Allah. kita sebagai makhluknya hanya bisa berdoa, berusaha, ikhtiar tawakal, dan harus disertai dengan upaya pencegahan.

Perbanyak ibadah dan berdoa semoga semua keluarga kita, dan seluruh bangsa Indonesia selalu dikaruniai kesehatan dan dihindarkan dari mara bahaya, semoga tuhan segera mengangkat wabah ini dari negeri tercinta. Aamiin Ya Rabbal 'Aalamiin.

Sebarkan kepada sanak saudara dan sahabat anda, agar penyebaran virus corona bisa ditekan seminimal mungkin.


No comments for "Cara Efektif Agar Tidak Tertular Virus Corona"